Ketapang, Banyuwangi – Dalam serap aspirasi, Masyarakat Dusun Gunung Remuk Desa Ketapang nampak sumringah saat mendengar kabar akan mendapatkan bantuan UMKM berupa Lapak atau bedak. Rencananya, akan ditempatkan di RTH Ketapang.
Perwakilan BPD Desa Ketapang, Yayan Hasianto, S.IP mengatakan, pembangunan di Desa bisa bersumber dari DD, APBD Kabupaten atau Provinsi dan juga program anggota dewan serta CSR dari BUMN atau BUMS.
“Maka dari itu Kita menyelaraskan dengan kegiatan-kegiatan yang ada, RPPJMDes dan usulan baru sehingga semua akan terdata dan terencana,” tuturnya.
Dengan adanya tilik dusun ini lanjut Yayan, bisa memahami apa yang belum terealisasi dapat dimasukkan sehingga bisa diselaraskan dan bisa dibahas di Musrenbangdes tahun 2024 untuk anggaran 2025.
Sehingga ada pemetaan dari tahun-tahun yang ada di Kaur Perencanaan, dan yang belum menyesuaikan kebutuhan-kebutuhan dan anggaran yang ada, baik DD, APBD, Jasmas atau Pokir anggota dewan.
“Kita berusaha pembangunan desa bisa melalui mana saja dan memilih mana yang lebih membutuhkan atau sifatnya urgent serta manfaatnya betul-betul dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Gunung Remuk menambahkan dari Pelindo akan mendapatkan bantuan UMKM berupa lapak/bedak dan akan ditempatkan di RTH Ketapang, sehingga UMKM ini terus berjalan dengan lancar.
Menjawab dan memberikan masukan kepada Kadus Gunung remuk, jikalau bantuan berupa sebuah food kontainer tidak membutuhkan bangunan, hanya bongkar pasang, akan tetapi lahan RTH ini milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sehingga harus di koordinasikan dengan Kepala Desa.
Nantinya, akan disampaikan ke Pemda sehingga bisa terlaksana, terkelola dan mengikuti aturan yang ada. Teruntuk pelaku UMKM bisa memaksimalkan terlebih dahulu pelaku UMKM yang sudah berjalan.
Tak hanya UMKM, ternyata ada usulan bantuan untuk Posyandu, Yayan Hasianto menuturkan untuk seragam Posyandu Lansia dan Balita sudah diajukan dan acc.
“Insyaallah tahun ini di salurkan. Untuk posyandu remaja kita ajukan 2024, mudah-mudahan bisa terealisasi secara maksimal dan adanya Posyandu remaja bisa ditiru oleh dusun lainnya,” pungkasnya.
Tilik Dusun merupakan kegiatan dimana perangkat desa dan jajarannya mengunjungi salah satu dusun sebagai bentuk silaturahmi bersama tokoh masyarakat dan warga. Kegiatan ini bertujuan sebagai serap aspirasi dan mendengarkan kritik serta saran kepada perangkat desa. (Khaisar – Jurnalis Desa)